Tingkat Kesembuhan Meningkat, Kota Bengkulu Tak Lagi Zona Merah

OKEBENGKULU – Hasil rapat satuan tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bengkulu dan hasil hitungan terbaru dari BPBD menyatakan bahwa Kota Bengkulu tidak lagi termasuk dalam zona merah dan dinyatakan zona kuning dari berbagai indikator yang telah ditetakan. Inilah yang menjadi dasar mengapa saat lebaran Idul Fitri beberapa hari lalu, warga diperbolehkan menggelar sholat Idul Fitri di masjid. Namun tetap mematuhi protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

Ada beberapa indikator utama yang menjadikan Kota Bengkulu tidak lagi menjadi zona merah. Diantaranya ialah tingkat kesembuhan, hunian rumah sakit, tingkat kematian dan terpapar Covid-19 serta beberapa indikator lainnya.

“Alhamdulillah tingkat kesembuhan kita (Kota Bengkulu meningkat, yang terpapar covid juga turun. Selain itu, angka kematian juga menurun, seperti yang di RSHD, awalnya 34 bed pasien sekarang hanya 17 bed dan nanti juga akan ada yang keluar lagi,” jelas Wakil Walikota Dedy Wahyudi.

Dedy juga menekankan bahwa seluruh Kecamatan di Kota Bengkulu statusnya zona kuning

“Jangan lupa untuk selalu mematuhi prokes. Gunakan masker, jaga jarak, usahakan ada tempat cuci tangan dan handsanitizer,” tambahnya.

Selain itu, Dedy nantinya akan mengimbau Lurah dan RT agar warganya terus mengingatkan penerapan prokes.

“Penerapan prokes paling utama terutama mengenakan masker. Jadi, apabila ada yang tidak menggunakan masker, pihak pengurus masjid harus menyediakannya, intinya jangan lalai dengan prokes,” pungkasnya.

Senada dengan Wawali, Dandim 0407 Bengkulu Kolonel Inf Uchi Cambayong mengungkapkan bahwa Kota Bengkulu saat ini berada di resiko rendah terpapar Covid-19 (Zona kuning).

“Dari berbagai indikator, Kota Bengkulu masuk ke dalam zona kuning. Dan data terbaru ini harus dilaporkan ke Pemprov agar mereka mengupdate data yang terbaru,” tutur Uchi. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *