Pandemi Covid 19 Pengaruhi Capaian Investasi yang Minim Laporan

OKEBENGKULU – Laporan capaian investasi di Provinsi Bengkulu pada triwulan ketiga ini mengalami penurunan. Ini disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Bengkulu, Karmawanto, S. Pd, M. Pd.

Ia mengatakan bahwa hal ini bukan karena capaian investasi provinsi minim namun dikarenakan adanya pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan lambatnya pelaporan capaian investasi dari masing-masing perusahaan.

“Kita sudah menyampaikan kepada kawan-kawan untuk menyampaikan laporan investasi mereka. Menurutnya itu  bukan karena tidak ada investasinya,  tapi karena terkendala dengan Covid-19 sebagian tidak memberikan laporan,” kata Karmawanto.

Dijelaskannya, untuk mengantisipasi hal ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan agar bisa segera menyampaikan laporan dari capaian investasinya. Mengingat, di Provinsi Bengkulu sendiri memiliki potensi alam yang mumpuni.

“Mudah-mudahan pada triwulan ke tiga ini investasinya meningkat. Kita menargetkan Rp 4 triliun pada triwulan ketiga ini dan mudah-mudahan tercapai,” paparnya.

Apalagi saat ini, dari kebijakan pemerintah pusat, untuk perizinan berusaha dipermudah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja (UUCK) dan peraturan pemerintah nomor 5 tahun 2021 tentang sistem perizinan berusaha berbasis risiko terintegrasi secara elektronik yang berada dalam koordinasi satgas nasional.

“Untuk 2021 ini kita diberikan mandat oleh BKPM itu untuk realisasi optimisnya Rp 7 triliun, sekarang sudah mencapai Rp 3 triliun. Karena terkendala Covid-19 tadi, banyak pelaku usaha belum menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal mereka, karena WFH. Dan kita sudah bimbingan teknis dan sosialisasi kepada pelaku usaha dan Dinas PTSP,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berpesan agar semua pihak terkait mendorong capaian investasi di daerah, maka dibarengi dengan jaminan agar investasi nyaman dan aman sehingga seluruh elemen instansi termasuk masyarakat yang ada, harus dapat bersinergi mendorong agar para investor luar dapat melakukan kerjasama di Provinsi Bengkulu, agar dengan investasi ini bisa memajukan pembangunan daerah.

“Kemudahan kebijakan investasi di Bengkulu harus gencar disosialisasikan. Memang kita harus menyajikan kemudahan seperti sistem online sehingga terkoneksi dengan tata ruang dan juga harus dievaluasi. Selain itu harus menciptakan kondisi aman di daerah,” sampai Rohidin.

Capaian investasi tinggi itu, lanjutnya, diperlukan sinergitas bersama penegak hukum yang ada. Termasuk aparat hukum, media, perguruan tinggi dan lain lainnya sehingga merasa aman melakukan investasi disini. Apalagi investasi di Provinsi Bengkulu sangat beragam sektor. Mulai dari kopi, sawit hingga industri kreatif batik basurek. Sehingga sangat disayangkan apabila potensi ini tidak dapat dilirik oleh investor luar.

“Saat ini investasi kita sangat banyak seperti perkopian, CPO sawit termasuk karnel biji sawit, perikanan dan tambak  termasuk industri kreatif batik basurek ini banyak sekali. Disamping itu ada juga investasi modal listrik yang ada di PLTU Teluk Sepang saat ini,” tutupnya.(nec)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *