Gubernur Usul Tenaga Honorer Diangkat jadi PNS

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah

OKEBENGKULU – Kebijakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo untuk menghapus tenaga honorer di setiap instansi pemerintah pada 2023 mendatang, mendapat penolakan dari daerah. Salah satunya dari Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.

          Menurut Gubernur, keberadaan tenaga honorer di instansi pemerintah sangat dibutuhkan dan menunjang kinerja pemerintah. Karena itu, dia menilai keberadaan tenaga honorer perlu dipertimbangkan untuk dipertahankan.

Bacaan Lainnya

          Rohidin malah mengusulkan agar tenaga honorer diangkat langsung menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kemungkinan pengangkatan honorer menjadi PNS itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 48 tahun 2005.

Namun kata Rohidin, perlu skala prioritas dalam pengangkatan agar benar-benar sesuai kebutuhan daerah. Misalnya, tenaga guru, tenaga kesehatan, tenaga penyuluh baik pertanian, perikanan ataupun peternakan, dan tenaga teknis yang sangat dibutuhkan pemerintah.

“Yang diutamakan yang mengabdi paling lama di instansi pemerintah demi rasa keadilan,” kata Rohidin.

Selain itu, tambah Rohidin, kebutuhan SDM di instansi pemerintah tidak dipungkiri, tenaga honorer memberikan warna tersendiri terhadap kinerja pemerintah di daerah selama ini.

“Peran honorer di daerah itu sesuai kebutuhan. Tidak asal saja. Artinya, honorer itu SDM yang betul-betul dibutuhkan. Bukan hanya tenaganya saja, namun juga pikiran-pikiran terbaiknya untuk membangun daerah,” jelas Gubernur Bengkulu ke 10 ini.

          Berdasarkan PP No 48 tahun 2005, syarat-syarat pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS untuk tenaga honorer yang berusia maksimal 46 tahun dan mempunyai masa kerja 20 tahun atau lebih secara terus-menerus. Tenaga honorer yang berusia maksimal 46 tahun dan mempunyai masa kerja 10-20 secara terus-menerus. Tenaga honorer yang berusia maksimal 40 tahun dan mempunyai masa kerja 5-10 tahun secara terus-menerus. Tenaga honorer yang berusia maksimal 35 tahun dan mempunyai masa kerja 1-5 tahun secara terus-menerus. (mc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *